Wednesday, May 6, 2020

Bahaya Konsumsi Telor Asin Berlebihan

Bahaya Konsumsi Telor Asin Berlebihan, Telor Asin menjadi salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi di telinga orang-orang. Makanan berbahan telur bebek ini dibuat dengan menggunakan garam supaya tahan lama. Sebenarnya untuk membuat telur asin bisa menggunakan telur ayam, namun banyak produsen yang lebih memilih menggunakan telur bebek. Penggunaan telur bebek sendiri karena tekstur cangkang telur bebek lebih baik dalam menyerap garam sehingga memudahkan proses pengawetan. Selain itu juga, tekstur dari telur bebek lebih kenyal dan rasanya lebih gurih jika dibandingkan dengan telur ayam.

 telor asin


  Dilihat dari kandungan gizi, telur bebek memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi terutama kandungan proteinnya. Ukuran telur bebek pun lebih besar daripada telur ayam sehingga akan menimbulkan kepuasan sendiri saat memakannya. Telur asin menjadi makanan yang bagus untuk dikonsumsi karena mengandung banyak gizi, seperti protein, kandungan lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda. Selain itu telur asin juga mengandung beberapa vitamin seperti vitamin B kompleks, vitamin A dan vitamin E. Tak hanya itu, telur asin juga mengandung beberapa mineral seperti zat besi, kalsium, fosfor, sodium dan magnesium. Namun kamu harus tau nih, selain beberapa kandungan di atas, telur asin juga mengandung kolesterol tinggi dan asam amino. Karena banyaknya kandungan gizi yang ada pada telur asin, membuat telur asin memiliki behaya tersendiri kalau di konsumsi berlebihan. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa di dalam telur asin kita bisa menemukan kandungan garam dan kolesterol yang tinggi. Sebagai contoh, sebutir telur asin bisa memiliki 300 hingga 600 mg kolesterol, jumlah yang setara atau bahkan lebih banyak dari rekomendasi aman konsumsi kolesterol dalam sehari yang hanya sekitar 300 mg.

  Kandungan garam di dalam telur asin yang sangat tinggi juga bisa membuat kita mengonsumsi garam lebih dari anjuran aman yang direkomendasikan WHO, yakni 5 gram saja dalam sehari. Jika kita kerap mengonsumsi telur asin, maka risiko untuk terkena penyakit jantung, stroke, dan gangguan kardiovaskular lainnya pun meningkat dengan signifikan.

  Tak hanya telur asin, berbagai makanan asin lainnya seperti camilan kemasan yang tidak sehat juga kaya akan natrium yang bisa meningkatkan risiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan signifikan sehingga sebaiknya kita hindari. Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak sembarangan dalam mengonsumsi telur asin. Meskipun rasanya memang sangat enak dan cocok untuk dijadikan lauk, pastikan untuk mengonsumsinya sesekali saja, bukannya secara rutin. Jika kita mendapatkan telur asin dalam jumlah banyak, pastikan nuntuk tidak mengonsumsinya dengan berlebihan dalam periode waktu yang singkat demi mencegah datangnya peningkatan tekanan darah dan risiko terkena penyakit lainnya.

  Telur asin dibuat dengan cara mencampurkan abu dan garam yang diendapkan hingga beberapa hari. Ada juga yang direndam dengan larutan garam agar telur lebih awet dan menambah citarasa telur, Pencampuran garam ini membuat telur bebek asin mengandung natrium mencapai 529 mg per 100 gram. Sedangkan, 100 gram kuning telur asin mengandung kolesterol sebanyak 955 mg dan sebutir telur bebek asin mengandung sekitar 260 mg kolesterol. Terkait dengan asupan kuning telur, Sari Sunda Bulan selaku ahli gizi juga mengatakan bahwa selama tidak memiliki penyakit tertentu, konsumsi 1-2 porsi kuning telur sehari boleh saja. Akan tetapi kalau telur sudah diasinkan, tentu akan menambah asupan natrium atau garam. Karena setelah di-infused dengan garam, kandungan natrium dalam telur asin pun meningkat tiga kali lipat. Sehingga untuk penderita hipertensi disarankan untuk lebih membatasi asupan makanan ini.

  Menurut Jansen Ongko, MSc, RD selaku konsultan dan ahli gizi mengatakan bahwa penderita hipertensi berat hanya boleh mengonsumsi natrium sekitar 200-400 mg. Sedangkan untuk hipertensi ringan, telur bebek asin masih boleh dikonsumsi maksimal satu butir per hari atau setara dengan 200-260 mg natrium.

Adapun Resiko yang di timbulkan gara-gara banyak mengkonsumsi telor asin adalah :

Meningkatkan Kolesterol

Telur mengandung lemak sekitar 200 mg per butirnya. Konsumsi 6 butir dalam seminggu adalah batas maksimal yang diperbolehkan. Namun jumlah ini juga harus diimbangi dengan aktivitas hidup yang lebih dinamis. Bila tidak, tubuh akan mengalami peningkatan kolesterol dan meningkatkan resiko penyakit jantung.

Resiko Diabetes

Kandungan lemak dalam telur juga bisa memicu penyakit kencing manis, terutama pada wanita. Makan telur ayam setiap hari membuat pria beresiko 55% mengalami diabetes tipe dua. Sedangkan wanita, sekitar 77%.

Menambah Berat Badan

Karena kandungan lemaknya tinggi, telur juga bisa membuat kita menambah berat badan. Bila ingin lebih sehat, sebaiknya makan telur 2-3 hari sekali untuk wanita yang merasa kelebihan berat badan

Menimbulkan Alergi

Bagi Anda yang mudah alergi makanan, telur jenis tertentu (apalagi sekarang banyak telur imitasi) bisa membuat kita mengalami alergi. Bila Anda ingin konsumsi telur yang aman, selalu perhatikan apakah telur Anda berkualitas baik, tidak busuk, kulitnya tidak retak dan sebagainya. Hal ini meminimalisir efek tidak higienis dari telur yang bisa membuat alergi makanan.

Ketidakseimbangan Hormon

Konsumsi terlalu banyak telur membuat hormon mudah naik turun. Apalagi pada wanita. Konsumsi protein hewani macam ini sebaiknya diatur dengan lebih banyak sayur dan buah untuk mengimbangi efek sampingnya


Menghasilkan Jerawat

Telur juga bisa membuat kulit kita menumpuk minyak atau mengalami jerawat hormonal. Telur sama halnya seperti kacang dan makanan pedas, sama-sama bisa memicu munculnya jerawat di kulit.





BACA JUGA :

Menjaga Kesehatan Mata Secara Alami








EmoticonEmoticon